Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2016

Latok

Resep latok ini sudah pernah diposting sebelumnya disini, bedanya di takaran gulanya yang dikurangi dan proses pembuatannya. Kali ini proses pengukusan latok dibuat perlapis seperti membuat kue lapis (pepe), tapi tetap 3 warna (hijau, merah, putih).
 

Jangan lupa saat mengukus tetap dijaga agar air dari tutup kukusannya tidak menetes kena kuenya.
 

Alhamdulillah, kuenya enak dan penampilannya lebih baik dari yang dulu.

Rabu, 22 April 2015

Bubur Candil

Jajanan tradisional yang satu ini punya beberapa nama, seperti jenang sapar dan jenang grendul.Variasinya juga banyak, ada yang memakai umbi-umbian, tepungnya ada yang memakai tepung ketan, tepung beras, dll. Pun penyajiannya, ada yang disajikan bersama bubur sumsum, bubur mutiara dan bubur ketan hitam atau bubur campur. Apapun variasinya, semua kusuka hehe. Tapi, yang kutemui sejak kecil tekstur bubur candilnya agak berbeda dengan beberapa resep yang kucoba. Entah aku yang memang gak pandai memasaknya atau memang resepnya berbeda dengan yang kucoba. Gula merah yang dipakai juga mempengaruhi hasilnya. Kebetulan bubur candil kali ini aku pakai gula merah yang berwarna pekat cenderung hitam, jadi hasilnya pun pekat tidak cokelat muda seperti biasanya. Meski belum puas dengan hasilnya, karena beda dengan yang biasa dijual hehe tapi rasanya sudah enak.


Bagi yang ingin mencoba, ini resepnya...

Bubur Candil
modified by Firlia

Bahan A:
100 gram tepung ketan
1/4 sendok teh garam 
80 ml air hangat  

Bahan B:
300 ml air 
50 gram gula merah sisir
25 gram gula pasir (tambahan dari aku, karena gula merahnya terlalu pekat warnanya) 
1 lembar daun pandan, diikat simpul
1/6 sendok teh garam 
1 sendok makan tepung sagu, dilarutkan dengan 1 sendok makan air 

Bahan C:
100 ml santan dari 1/4 butir kelapa
1/6 sendok teh garam
1 lembar daun pandan 

Cara Membuat:
  1. Bahan A: campur tepung ketan dan garam. Aduk rata. Tuang air hangat sedikit-sedikit sambil diaduk sampai bergumpal. Uleni hingga rata. Bentuk bulatan kecil-kecil sebesar kelereng.
  2. Bahan B: Rebus air, gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam sambil diaduk sampai mendidih. Saring.
  3. Masukkan bola-bola dari bahan A. Masak sambil diaduk sampai terapung. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sambil diaduk hingga meletup-letup.
  4. Bahan C: Rebus semua bahan sambil diaduk sampai mendidih.
  5. Sajikan bubur candil bersama  kuah santan.

#30DaysTraditionalIndonesianSnack

Rabu, 15 April 2015

Kue Lapis Terigu

Kue lapis ada bermacam-macam resepnya, beberapa diantaranya lapis kanji, lapis beras, lapis susu dan lapis terigu. Jajanan tradisional yang berlapis-lapis ini selain cantik juga enak, legit dan lembut. Kali ini coba buat kue lapis terigu, gara-gara lihat foto mbak Renny di instagram, cantik kue lapisnya, dan di share juga resepnya. Langsung deh dicoba.
 

Kue Lapis Terigu
by Rennyasti
 
Bahan:
500 ml santan sedang
125 gr gula pasir
1/4 sdt garam
2 lbr daun pandan
2 lbr daun jeruk
200 gr tepung terigu
2 tetes pasta pandan (aku: pasta pandan, pasta durian dan sedikit pewarna kuning)
 
Cara Membuat:
  1. Didihkan santan bersama gula, garam, daun pandan dan daun jeruk sambil diaduk. Angkat dan biarkan hingga dingin.
  2. Panaskan kukusan. Ayak terigu, taruh dalam baskom/wadah. Sisihkan.
  3. Setelah santan dingin, saring dan buang pandan dan daun jeruknya. Lalu tuang santan ke dalam terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tercampur rata. Saring agar adonan lebih halus.
  4. Bagi 2 adonan, satu tambahkan pasta pandan, yang satu biarkan putih. (aku: adonan dibagi 3, yang satu ditambah pasta pandan, yang satu ditambah pasta durian dan sedikit pewarna kuning, yang satu dibiarkan putih)
  5. Siapkan cetakan, olesi minyak. Tuang satu sendok makan adonan hijau, kukus 2 menit. Tuang adonan putih, kukus 2 menit. Lakukan berselang-seling hingga adonan habis. Terakhir kukus 5 menit.
  6. Angkat, dinginkan. Keluarkan dari cetakan. Siap disajikan.
#30DaysTraditionalIndonesiaSnack

Senin, 13 April 2015

Onde-Onde

Salah satu jajanan tradisional di Indonesia dan di beberapa negara Asia Tenggara yang ternyata menurut sejarahnya di bawa oleh pendatang dari China (sumber: Wikipedia Indonesia). Ada beberapa  resep Onde-onde yang sudah pernah kucoba, seperti di postingan sebelumnya disini dan disini. Tapi, kali ini pakai resep yang berbeda lihat di blognya mbak Hesti. Membuat onde-onde dan beberapa jajanan tradisional itu memang rada "tricky", mulai takaran yang kadang tidak terukur pasti sampai main feeling bagaimana hasil yang pas. Beda dengan membuat cake yang ukurannya harus tepat seperti di resepnya hehe. Tapi, itulah kesenangan membuat sendiri jajanan tradisional. Yuk, kita lestarikan jajanan tradisional kita :)
 
 
Onde-Onde
 
Bahan Kulit:
250 gr tepung ketan
 50 gr kentang kukus, haluskan saat panas-panas
 65 gr gula pasir (aku: 50 gr)
1/2 sdt garam
175 ml air hangat (kurang lebih)
 
Air secukupnya untuk melekatkan wijen
Wijen secukupnya
Minyak untuk menggoreng

Bahan Isi:
 75 gr kacang hijau kupas, rendam 1 jam
100 ml santan dari 1/4 butir kelapa
 50 gr gula pasir
1/4 sdt garam
 1 lbr daun pandan

Cara Membuat:
  1. Isi: kukus kacang hijau 20 menit, blender bersama santan. Masak kacang hijau dan bahan lain hingga kalis, biarkan dingin. Bentuk bulatan-bulatan sekitar 10 gr masing-masing. Sisihkan.
  2. Kulit: campur tepung ketan, kentang, gula dan garam. Masukkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis dan licin.
  3. Timbang masing-masing adonan kulit 20 gr. Pipihkan, beri isian, bulatkan dengan rapat. Celupkan ke air, gulingkan ke wijen.
  4. Goreng dengan api kecil hingga matang.

#30DaysTraditionalIndonesiaSnack

Jumat, 06 Februari 2015

Bola-Bola Ubi

Resep aslinya berjudul pilus ubi ungu di blognya mbak Hesti, tapi pas kupraktekkan kok rasanya beda dengan kue pilus yang dijual di SD dulu hehe. Mungkin beda daerah beda nama, jadinya kue ini kunamai bola-bola ubi saja, karena kubentuk bulat-bulat kecil.

Ubi termasuk makanan yang mengandung unsur karbohidrat cukup tinggi. Ubi-ubian juga menjadi salah satu alternatif yang sangat baik untuk menggantikan nasi putih atau roti putih karena kandungan seratnya relatif lebih tinggi. (Sumber: femina.co.id)



Bola-bola ubi/pilus ubi
Modified by Firlia

Bahan:
250 gr ubi kuning kukus, haluskan
 50 gr tepung kanji
 1 sdm susu bubuk
 1 btr telur, kocok lepas
1/4 sdt garam

Bahan Taburan:
Gula halus/gula donat

Cara Membuat:
  1. Campur semua bahan, aduk hingga rata.
  2. Bentuk bulat-bulat sebesar kelereng hingga adonan habis.
  3. Siapkan penggorengan, panaskanI minyak dengan api sedang cenderung kecil.
  4. Goreng hingga matang. Tiriskan.
  5. Taburi gula halus/gula donat.
Note: bagi pecinta manis, bisa menambahkan gula halus di adonan.


Postingan ini diikutkan dalam even NCC Pangan Lokal yang kali ini bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. 

Selasa, 11 November 2014

LBT#35 Bika Ambon

Bulan November ada PR LBT#35 dengan tema Bika Ambon. Bika Ambon merupakan kue tradisional yang khas dari Medan dengan penampilannya cantik berserat-serat. 
Untuk PR ini, aku buat bika ambon rasa pandan pakai resep bika ambonnya mbak Rachmah disini.



BIKA AMBON
by Rachmah Setyawati

Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir
3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa

Bahan lainnya :
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir

Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus
3 btg Serai
8 lbr daun jeruk (buang tulang daunnya)
2 lbr daun pandan

*pasta pandan secukupnya (tambahan)

Cara membuat :
  1. Taruh dalam baskom ragi instant, tepung terigu, lalu gula pasir dan garam halus. Tuangi air kelapa, uleni/aduk dengan tangan hingga merata, lalu tutup baskom dengan lap/plastik wrap, diamkan hingga 30-45 menit. Biarkan hingga adonan biang mengembang.
  2. Sambil menunggu adonan biang mengembang, masak santan kental beserta garam halus, serai, daun jeruk dan daun pandan, hingga panas saja (tidk sampai mendidih). Saring, tambahkan pasta pandan, aduk rata. Sisihkan, biarkan dingin suhu ruang.
  3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental. Kemudian ambil adonan biang, campurkan dengan tepung tapioka/kanji, aduk menggunakan tangan merata. Lalu tambahkan adonan telur kental tadi ke dalamnya sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan. Gerakkan telapak tangan naik turun saat mengaduknya (dikeplok-keplok), hingga tercampur merata semua adonan. Kemudian masukkan santan kental yang sudah disaring terlebih dahulu. Aduk rata kembali menggunakan tangan,dengan cara yg sama dikeplok-keplok hingga adonan tercampur rata dengan tekstur yg halus (sekitar hampir 20menit), kemudian diamkan adonan ini hingga 3 jam (tutup atas dengan lap/plastic wrap).
  4. Setelah 3 jam, olesi tipis2 seluruh permukaan loyang 20x20x7cm dengan minyak goreng. Alasi permukaan dasar loyang dengan kertas roti dan poles lagi minyak goreng. 
  5. Panaskan oven dengan panas sedang (sekitar 160 derajat celcius) - api bawah saja. Letakkan sejenak loyang tadi sekitar 15 menit di dalam oven, kemudian keluarkan dan tuang adonan ke dalam loyang.
  6. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven, panggang di rak paling bawah, buka sedikit pintu oven , hanya hingga adonan bika ambon dalam loyang sudah terlihat berlubang-lubang permukaan atasnya (pertanda sudah mulai terbentuk serat pd adonan bika ambon, baru kemudian tutup pintu oven, lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50 menit. Lakukan tes tusuk untuk lebih menyakinkan apakah kue sdh matang sempurna. Setelah matang, matikan api bawah oven.
  7. Lalu nyalakan api atas, panggang sejenak/hingga permukaan bika ambon terlihat lebih kecoklatan.
  8. Matikan api oven, keluarkan bika ambon, diamkan di suhu ruang hingga dingin, baru kemudian gunakan pisau kecil tajam, untuk membantu mengeluarkan bika ambon dari loyangnya.
Untuk setengah resep diatas pakai loyang 20x10x7 cm, loyang ditumpuk dengan loyang yang lebih besar, karena kuatir adonan bocor.
Berikut proses pembuatan bika ambon yang sempat terfoto...
  • Proses Awal-Fermentasi

  •  Proses Pemanggangan

Hasilnya agak gosong karena kelamaan manggang, ditinggal mengurus anak-anak sampai lupa gak lihat oven hehe.


Seratnya belum bisa cantik dan rata seperti yang dijual di toko, tapi sudah cukup senang ternyata jadi juga bika ambonku hehe. 


Selasa, 23 September 2014

Martabak Mini

Masih punya isian pastel yang kemarin, diberdayakan aja jadi isian martabak. Resep martabaknya seperti yang disini. Satu adonan bisa dibagi jadi 10, tapi kali ini hanya membuat setengah resep, jadi 5 martabak mini saja. Untuk isiannya ditambahkan 2 butir telur dan sebatang bawang pre.


Senang juga buat kulit martabak sendiri, meski masih berantakan sewaktu menipiskan adonannya.


Hasilnya puas dengan buatan sendiri :). Mantap disantap saat hangat, renyah di bagian pinggirannya.

 

Selasa, 02 September 2014

Putu Ayu

Punya kelapa tinggal 1/4 buah, diberdayakan jadi putu ayu saja, pakai resepnya teh Ricke disini. Cukup 1/2 resep sajalah, seperti biasa hehe.

Enak rasanya, manis, gurih dan aroma pandan. Cocok dicemil pagi, siang, sore hihi rakus itu mah.


Mungkin warnanya lebih keluar kalau ditambah pewarna hijau, tapi aku suka warna kalem seperti ini saja. Bisa juga pakai homemade pasta pandan, pasti hasilnya lebih wangi.


Lembut kuenya.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Martabak Rendang

Yeay, akhirnya bisa buat martabak telur sendiri. Dulu cuma bisa mengagumi bakul martabak, dan sekarang makin kagum deh, tangannya anti panas kali ya hihi. Punyaku hasilnya jauh dari rapi karena gak berani merapikan kulitnya pas di penggorengan, panas kan.


Resep kulitnya dari Sajian Sedap, isiannya rendang lagi (eksperimen setelah Pizza Rendang kemarin).

Martabak Rendang

Bahan Kulit:
100 gr tepung terigu protein tinggi
1/4 sdt garam
 80 ml air
 15 gr minyak goreng
minyak secukupnya untuk merendam

Bahan Isi:
50 gr rendang kering
1/3 bh bawang bombay ukuran besar, cincang halus
 3 btr telur, kocok lepas
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk

Cara Membuat:
  1. Kulit: campur tepung terigu dan garam. Masukkan air sedikit–sedikit sambil diuleni sampai kalis. Masukkan minyak goreng. Uleni sampai elastis. Bagi adonan menjadi 2, bulatkan. Lalu rendam dalam minyak selama 2 jam atau lebih.
  2. Pipihkan kulit dan giling tipis. Campur telur, bawang bombay, garam, merica bubuk, dan rendang. Aduk rata.
  3. Panaskan minyak dalam wajan martabak (aku pakai pan lebar dan tipis untuk manggang ikan). Letakan selembar kulit. Beri setengah campuran isi. Lipat. Goreng sampai matang. Angkat, tiriskan.
  4. Lakukan untuk adonan kedua.
  5. Potong-potong dan sajikan bersama cabe dan acar.

Sewaktu menipiskan adonan sudah bisa tipis, eh pas digoreng terlipat dan gak bisa merapikan karena kepanasan hehe. Adonan isi juga sempat meleber keluar dari kulit, karena melipat kulitnya berantakan. Tapi, syukurlah tidak terlalu kelihatan setelah matang dan lumayan enak untuk martabak perdana :).


Minggu, 24 Agustus 2014

Cilok (Aci Dicolok)

Anak kalau sudah sekolah pasti penasaran dengan aneka jajanan yang dijual di depan sekolahnya. Salah satunya si cilok ini, atau disebut cilot kalau di Lumajang. Lihat resepnya di blog mbak Sashy disini, tapi aku buat setengah resep saja.


Cilok

Bahan:
1 cup tepung tapioka/kanji
1/2 cup tepung terigu
1/4 sdt garam
1/4 sdt gula
1/4 sdt merica bubuk
1/2 batang daun bawang, iris halus
150-200 ml air panas/air kaldu panas

Air secukupnya untuk merebus, beri sedikit garam dan minyak.

Cara Membuat:
  1. Campur tepung kanji, terigu, gula, garam dan daun bawang. Aduk rata.
  2. Tuangi air panas sedikit demi sedikit, sambil diaduk. Jangan sampai adonan terlalu lembek, biar tidak susah dibentuk. Jika tidak terlalu panas lagi, uleni adonan hingga kalis.
  3. Didihkan air, bentuk adonan bulat-bulat kecil lalu masukkan ke dalam air rebusan. Lakukan hingga adonan habis.
  4. Masak hingga mengapung, angkat, tiriskan.
  5. Sajikan dengan saus tomat atau kacang.
Berhubung anak-anak sukanya saus tomat, ya sudah dibuatin saus tomat encer seperti di abang-abang penjual cilok.

Saus Tomat

Bahan: (masak hingga agak kental dan meletup-letup)
3 sdm saus tomat botolan
3 sdm air
sejumput garam
sejumput merica

Porsi diatas cukup buat 3-4 orang. Lumayan cocok dengan resep ini, kenyalnya pas, enak, dan jelas disuka anak-anakku hehe.




Rabu, 11 Juni 2014

Challenge#5 YKMK: Petulo

Wah, grup YKMK (Your Kitchen-My Kitchen) sudah masuk tantangan ke-5. Alhamdulillah bisa mengikuti beberapa tantangannya. Untuk challenge#5 ini, temanya "It's All About Coconut" alias makanan dan minuman yang berbahan utama kelapa, bisa daging kelapanya, santan maupun airnya.
Kali ini resep yang disetorkan namanya Petulo, jajanan tradisional yang mirip dengan kue putu mayang, hanya penyajiannya yang berbeda.


Untuk resepnya, diambil dari Sajian Sedap. Hanya kuah santannya yang dibuat ala sendiri hehe. Petulonya aku buat setengah resep saja dari resep yang tertulis berikut ini...

Petulo

Bahan:
150 gram tepung beras
1 sendok makan gula pasir
1/2 sendok teh garam
300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
50 gram tepung sagu  
Pewarna merah dan hijau secukupnya (aku pakai pasta pandan dan pasta stroberi)

Cara Membuat:
  1. Campur tepung beras, gula, garam dan santan, aduk rata hingga halus. Masak diatas api kecil hingga bergumpal-gumpal. Angkat.
  2. Pindahkan dalam mangkuk, tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata.
  3. Bagi 2 adonan, beri warna masing-masing. Masukkan ke dalam cetakan petulo. (aku pakai plastik segitiga, gunting ujungnya kecil saja).
  4. Panaskan kukusan. Cetak adonan diatas daun pisang yang dioles sedikit minyak.
  5. Kukus 10-15 menit hingga matang. Angkat.
  6. Siap disajikan bersama kuah santan.
Kuah Santan

Bahan:
300 ml santan 
 1 sdm gula pasir (bisa ditambah sesuai selera)
 1 sdm gula palem 
1/4 sdt garam
 1 lbr daun pandan

Cara Membuat:
Campur semua bahan, masak sambil diaduk hingga mendidih. Angkat, saring.



Biasanya petulo ini disajikan bersama serabi. Untuk resep serabi pernah posting disini, hanya kali ini dibuat versi tanpa pasta pandan.


Akhirnya bisa juga bikin petulo sendiri, hanya nyetaknya yang melelahkan hihi.


Minggu, 01 Juni 2014

Lumpur Kentang Panggang

Sudah lama penasaran dengan kue lumpur, hanya belum punya cetakannya. Dulu ada cetakan kue lumpur punya ibu, tapi ada yang minjem lupa mengembalikan hehe. Ternyata pas lihat resep kue lumpur bu Fatmah disini, katanya bisa dipanggang dan namanya jadi kue bingka kentang hihi ada-ada aja. Tapi, apapun namanya langsung dicoba buat aja biar hilang penasarannya... Aku pakai setengah resep, trus kentangnya pakai tepung kentang (Knorr Mashed Potato).


Lumpur Kentang Panggang

Bahan: 
210 gr gula pasir
250 gr tepung terigu
500 gr kentang, kukus dan haluskan (aku: 125gr tepung kentang+475 ml air panas)
100 gr margarine, lelehkan
3 btr kuning telur
2 btr putih telur
500 ltr santan (350 ml santan kara+150 ml air matang)
1/2 sdt vanilli
1/4 sdt garam
1/2 sdt pasta pandan

Bahan Taburan:
kismis, chocochip


Cara membuat:
  1. Kocok gula dan telur sampai putih dan mengembang (tidak perlu naik), masukkan garam dan vanilli sambil terus dikocok.
  2. Tuangi santan, aduk rata, masukkan kentang halus dan tepung terigu secara bertahap sambil tetap diaduk rata.
  3. Terakhir, tuang margarin leleh, aduk rata. Ambil sebagian adonan, tambahkan pasta pandan, aduk rata.
  4. Panaskan oven 175'C, olesi cetakan muffin/pie dengan minyak/margarin, tuangi adonan hingga ¾ penuh, panggang sekitar 10 menit, taburi kismis, panggang lagi sampai matang sekitar 10-15 menit. Angkat.

Ternyata kue lumpurku jadi hehe, senangnya hatiku. Meskipun bagian bawahnya tidak kecokelatan seperti kue lumpur biasanya, tetap enak rasanya. Takaran gulanya seperti biasa dikurangi sedikit, dan hasilnya pas manisnya menurutku.

Rabu, 26 Maret 2014

Serabi Beras

Belum punya cetakan serabi, tapi ingin buat serabi?ya memanfaatkan wajan apa aja deh, kebetulan di rumah ada wajan yang agak kecil. Apa bisa?langsung dicoba aja yuk...



Serabi Beras

Bahan:
200 gr tepung beras putih
  1 sdt ragi instan
  3 sdt gula pasir
560 ml santan encer
  2 btr telur
1/2 sdt garam halus
  2 sdm air pandan suji/3 tetes pasta pandan

Cara Membuatnya:
  1. Campur tepung beras, ragi dan gula pasir, aduk rata. Masukkan telur dan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Saring bila perlu.
  2. Beri garam dan air pandan suji, aduk rata. Diamkan selama 2 jam.
  3. Panaskan cetakan serabi, tuang adonan sampai 3/4 penuh, biarkan hingga terlihat berlubang-lubang, tutup, biarkan matang sempurna.
  4. Angkat, siap disajikan dengan kuah santan.
Untuk serabinya, aku buat setengah resep saja dari resep diatas. Hasilnya sekitar 8 buah serabi.


Untuk kuah santannya, disesuaikan dengan selera masing-masing. Berikut ini resep coba-cobaku..

Kuah Santan
by Firlia

Bahan:
300 ml santan encer (dari 300 ml santan instan + 300 ml air, dimasak bersama 2 lbr pandan, lalu diambil 280 ml untuk adonan serabi, sisanya untuk kuah)
 40 gr gula pasir
  1 sdm gula jawa (kuahnya jadi kurang cokelat, tapi di rumah yang ada segitu aja hehe)
1/4 sdt garam

Cara Membuat:
  1. Campur semua bahan, lalu masak hingga mendidih sambil diaduk agar santan tidak pecah. 
  2. Angkat, saring, siap disajikan bersama serabi.

Ternyata serabi buatan sendiri enak loh (pede yaa..), meski warna hijaunya kurang jelas dan aroma pandannya kurang mantap karena hanya pakai pasta pandan. Lain kali mau coba pakai pandan asli deh, tapi nunggu tanamannya berkembang hehe..

Makin semangat bikin jajanan tradisional Indonesia tercinta nih, tapi yang sederhana dulu deh. Kalau yang agak ribet nunggu anak-anak agak besar aja hehe *alasan.
Ini penampakan wajan serabi jadi-jadiannya hehe...

Jarak api kompor dengan wajan dijauhkan dengan bantuan rak besi yang biasa buat panggangan ikan. Hasilnya serabi matang merata, tidak gosong di bagian bawahnya. Cukup dioles minyak dengan kain di awal sebelum dipanaskan, bebas lengket sampai akhir hehe. 
Selamat mencoba!
 

Minggu, 23 Maret 2014

Bubur Kacang Hijau

Beberapa kali ibuku beli bubur kacang hijau, kok enak ya hehe. Rasanya gak bikin eneg, kental tapi lembut, pokoknya enak deh (bingung menjelaskan detailnya hihi). Dan seperti biasalah, penasaran kalau habis ketemu makanan yang enak-enak. Paling tidak, berusaha mencoba buat sendiri alias menantang diri sendiri untuk bisa membuatnya.

Resepnya suka-suka, karena cari di google kok penampakannya beda dengan yang dijual disini. Ya sudah ngawur.com lah...

Bubur Kacang Hijau
by Firlia

Bahan Bubur:
50 gr kacang hijau, rendam 2 jam, tiriskan
50 gr gula pasir
  1 sdm gula jawa
1-1,5 L air
1/2 sdt garam
  1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  2 lbr daun pandan

Bahan Kuah Santan:
100 ml santan sedang
  1 lbr daun pandan
1/4 sdt garam

Cara Membuat:
  1. Masak kacang hijau bersama gula pasir, gula jawa, air 1 L, garam dan daun pandan.
  2. Bila airnya mulai menyusut tapi dirasa kacang hijaunya kurang lembek, tambahkan airnya. Masak lagi hingga airnya berkurang, lalu masukkan larutan maizena, aduk-aduk sampai mengental dan meletup-letup. Matikan api.
  3. Kuah Santan: campur semua bahan, masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih.
  4. Taruh bubur dalam mangkuk, siram dengan kuah santan.

Jadinya sudah enak, tapi sepertinya kurang aroma vanili seperti yang biasa dibeli ibuku itu. Kenapa gak kepikiran yah hehe. So far, puas deh. Makan bubur kacang hijau ditemani buku "Catatan Pagi" karya sahabatku Fitri Sudjarwadi, what a wonderful moment....

Jumat, 21 Maret 2014

Kue Ku

Kue ku atau biasa disebut kue tok di daerah Lumajang sini merupakan salah satu jajanan tradisional yang kusuka. Sewaktu kecil dulu biasanya ada ibu-ibu penjual kue tradisional yang berjalan kaki sambil memanggul wadah kue warna merah di kepalanya. Serasa menemukan harta karun kalau ibu penjualnya membuka wadah merah itu, asli kuenya cantik-cantik dan menggoda, dan rasanya juga enak pakai banget hehe. Sekarang sulit menemukan penjual seperti itu lagi, karena katanya bakul kuenya (pemilik) sudah meninggal dan tidak ada yang melanjutkan usahanya.


Jadi sekarang coba buat kue ku sendiri saja. Untuk bahan kulitnya lihat di blognya mbak Hesti disini. Sedangkan isiannya, modifikasi dari isian onde-onde yang kuposting beberapa waktu lalu disini.



Alhamdulillah berhasil, biarpun agak kesulitan waktu mencetaknya hehe, enak loh, wangi pandan pula, pas deh.

Sabtu, 08 Maret 2014

Onde-Onde Pandan

Beberapa waktu lalu buat onde-onde tapi belum nemu kacang hijau kupas, akhirnya pakai kacang hijau yang berkulit hehe, postingannya bisa dilihat disini. Kemarin tidak sengaja lihat kacang hijau kupas di salah satu toko bahan kue, langsung deh dibeli. 
Kali ini kulitnya tanpa tambahan kentang, pakai resep Onde-Onde Nougat punya bu Fatmah, sedangkan isiannya tetap pakai kacang hijau.


Onde-Onde Pandan
modified by me

Bahan Kulit:
250 gr tepung ketan putih
  35 gr tepung beras
100 gr gula pasir
1/2 sdt pasta pandan
1/4 sdt garam
200 ml air matang

Bahan Isian:
100 gr kacang hijau kupas, rendam 2 jam, kukus 30 menit hingga lunak.
  50 gr gula pasir
1/4 sdt garam
  50 ml air/santan encer
  1 lbr daun pandan
1/2 sdm minyak

Wijen secukupnya

Cara Membuat:
  1. Isian: Haluskan kacang hijau, bisa dengan bantuan punggung sendok atau ditumbuk/diblender. Lalu campur dengan bahan lain, masak sambil diaduk hingga kalis. Matikan api. Masukkan minyak, aduk rata. Diamkan hingga hangat dan bisa dipulung, bentuk bulatan-bulatan. Siap digunakan untuk isian.
  2. Kulit: Campur tepung ketan, tepung beras, gula dan garam. Panaskan air tapi jangan sampai mendidih, lalu tuang sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung. Aduk perlahan dengan sendok kayu. Hentikan penambahan air jika adonan sudah kalis/tidak kering dan bisa dibentuk. Tambahkan pasta pandan, uleni hingga rata.
  3. Penyelesaian: Ambil sedikit bahan kulit, bulatkan, pipihkan lalu beri isian. Bulatkan kembali menjadi bola-bola. Lakukan hingga adonan habis.
  4. Gulingkan dalam air dingin, lalu gulingkan dalam wijen hingga semua bagian tertutup rata.
  5. Panaskan minyak, goreng onde-onde dengan api kecil hingga matang.
  6. Angkat, tiriskan, siap disajikan.

Hasilnya tidak kempes setelah digoreng, juga tidak keras. Enak deh, ada wangi pandannya juga. Sewaktu digoreng juga tidak ada yang meletus.
Beberapa adonan yang terakhir kehabisan wijen, akhirnya dikukus dan dihias cokelat coret dan jadi mirip mochi deh hehe...

Selasa, 25 Februari 2014

Bakpia Basah

Stok kacang hijau masi banyak nih, sudah dipakai buat isian Onde-onde trus Mung bean ravioli lah kok masih bersisa juga. Buat bakpia kayaknya enak, cari bakpia yang simple aja deh...Bakpia Basah. Resepnya dari blog andalan, punya mbak Hesti disini


Bakpia Basah
modified by me

Bahan kulit:
250 gr tepung terigu protein sedang
  50 gr gula pasir
1/2 bungkus ragi instan (1/2 sdm)
125 ml air hangat
  35 gr margarin
1/2 sdt garam (gak pakai)

Bahan isian: (ala aku)
100 gr kacang hijau, rendam semalam, rebus hingga lunak, tiriskan
  50 gr gula pasir
  50 ml santan sedang (20 gr santan instan bubuk+ air panas hingga jadi 50 ml)
1/4 sdt garam
   1 lbr daun pandan

Cara Membuat:
  1. Isian: Campur semua bahan, masak hingga kering dan kalis. (Jika dirasa kurang lembek, bisa ditambah air matang secukupnya). Dinginkan dan bentuk bulat-bulat.
  2. Kulit: Campur ragi dan 1 sdm gula dengan 50 ml air hangat, aduk dan biarkan hingga berbuih.
  3. Campur terigu dan gula, lalu masukkan sisa air hangat dan campuran ragi, uleni hingga rata.
  4. Masukkan margarin, uleni hingga kalis. Bulatkan, tutupi kain lembab dan istirahatkan 30-40 menit hingga mengembang.
  5. Kempiskan adonan, bagi adonan menjadi beberapa bagian. Beri isian kacang hijau, bulatkan dengan rapat, pipihkan. Tata di loyang tanpa olesan, beri jarak tiap adonan.
  6. Diamkan 15 menit. Panaskan oven 190'C.
  7. Panggang selama 10 menit, lalu balik bakpianya dan panggang lagi 5 menit hingga kulit kecokelatan. Angkat.




Hasilnya empuk, enak, tapi isiannya jadi kurang banyak karena rotinya mengembang hehe.

Rabu, 12 Februari 2014

Onde-Onde Kentang

Sudah beberapa kali mencoba buat jajanan tradisional Indonesia, sekarang waktunya mencoba Onde-onde. Banyak resep bertebaran, tapi jatuh cinta dengan resepnya Diana Cahya karena menambahkan kentang dalam adonannya.


Ini dia resep selengkapnya....

Onde-Onde Kentang

Bahan Kulit:
100 gr kentang, kukus, haluskan
200 gr tepung ketan putih
  50 gr gula halus
1/2 sdt garam (aku tidak pakai)
150 ml air hangat (aku: 100 ml karena kentangnya mengandung banyak air)

Bahan Isi:
100 gr kacang hijau kupas, rendam semalam (aku kacang hijau pakai kulit)
100 ml santan (aku: 20 gr santan bubuk+air hingga jadi 100 ml)
  50 gr gula pasir
1/2 sdt garam (aku: 1/4 sdt)
1/4 sdt vanili bubuk (aku: 1 lbr daun pandan)

Tambahan: wijen

Cara Membuat:
  1. Isian: Kukus kacang hijau selama 30 menit, haluskan.
  2. Jerang ke dalam wajan beserta santan + gula + garam + vanili.
  3. Aduk2 dengan api kecil hingga kalis, dinginkan.
  4. Setelah dingin, bulat2kan untuk isian.
  5. Kulit: Campur bahan kering, tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan kalis. 
  6. Penyelesaian: Bulatkan adonan kulit, beri isian, bulatkan lagi. Gulingkan ke wijen hingga menutupi semua bagian. Lakukan hingga adonan habis. (note: jika adonan kulit agak kering, celupkan ke dalam air sebelum digulingkan ke wijen agar wijen menempel sempurna)
  7. Goreng dengan api sedang hingga matang berwarna kecokelatan.

Meskipun bentuknya tidak bulat sempurna, tapi alhamdulillah setelah digoreng hasilnya tidak kempes atau penyok. Dalamnya juga tidak kopong, teksturnya empuk. Rasanya pas, tidak terlalu manis. Belum bisa membandingkan dengan onde-onde biasa/tanpa kentang, karena ini pertama kalinya buat.
Next time, coba onde-onde biasa deh :).


Sabtu, 01 Februari 2014

PUKIS PANDAN

Hari ini dapat pinjaman "snack maker" punya kakak ipar, yippie senangnya hatiku hehe. Lanjut bingung, mau coba buat panganan apa nih... Antara martabak mini, kue lumpur atau pukis? 
Mau coba buat pukis aja deh, penasaran belum pernah buat. Pakai resepnya teh Ricke disini, kali ini manut resep aja, tanpa merubah apa-apa. Hanya ada tambahan topping aja.


PUKIS PANDAN

Bahan:
250 gram terigu protein tinggi (Cakra Kembar/Bread Flour)
150 gram gula pasir
3 butir telur
1 sdt emulsifier (SP/TBM/Ovalette) ~ Optional
1/2 sdt essence vanilla
1/4 sdt garam
1 sdt ragi instant/yeast (Fermipan/Saf Instant)
350 santan sedang kentalnya 
1 1/2 sdt pasta pandan
65 gram margarin, lelehkan, dinginkan
50 ml susu kental manis putih

Topping:
meses, cokelat masak (DCC), keju

Cara Membuat:
  1. Ayak terigu. Sisihkan.
  2. Campur santan dengan pasta pandan. Sisihkan.
  3. Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan garam hingga MENGEMBANG, KENTAL dan KAKU berwarna PUTIH dengan mixer kecepatan tinggi. Masukkan essence vanilla. Kocok rata.
  4. Turunkan kecepatan mixer hingga kecepatan paling rendah (speed 1), masukkan 1/3 bagian terigu dan kocok rata sebentar. Masukkan 1/2 bagian santan. Kocok rata lagi. Begitu berselang seling terigu dan santan dan akhiri dengan terigu. Matikan mixer.
  5. Masukkan ragi instant. Aduk rata dengan spatula.
  6. Masukkan margarin cair sedikit demi sedikit. Aduk rata dengan spatula.
  7. Terakhir masukkan susu kental manis. Aduk rata dengan spatula.
  8. Diamkan selama 20-30 menit.
  9. Panaskan cetakan kue pukis yang telah dioles minyak/margarin dengan api sedang. Setelah panas, kecilkan api (pakai api keciiil aja).
  10. Tuang adonan setinggi 3/4 tinggi cetakan. Tutup sebentar biarkan setengah matang, taburi topping selagi permukaan masih agak cair tengahnya. Tutup kembali dan masak sampai matang dan permukaan kering.
  11. Angkat dan keluarkan dari cetakan. Panas-panas oles/semir permukaan kedua sisi kulit pukis dengan margarin. Tujuannya agar kulit pukis tidak kering dan mengeras setelah dingin. Sajikan.

Untuk santannya, aku agak ngaco karena cuma beli kelapa 1/2 buah aja. Jadinya santan agak encer dan tragedi saat merebusnya adalah lalai mengaduk, hasilnya santannya pecah. Tetep nekat buat pukis, karena udah terlanjur siap bahan dan peralatannya, kepalang tanggung deh.


Biarpun ada beberapa langkah yang tidak sesuai, alhamdulillah jadi juga pukisnya. Untuk pengalaman pertama, lumayanlah. Pukisnya empuk, rasanya enak lohhhh. Bentuknya gak mirip pukis, karena pakai snack maker bukan cetakan pukis beneran hehe. Toppingnya masih berantakan, ada yang tenggelam juga :).

Lain kali harus pakai santan yang beneran agak kental deh, semoga hasilnya lebih sukses. Semangat!!!