Minggu, 24 Agustus 2014

Cilok (Aci Dicolok)

Anak kalau sudah sekolah pasti penasaran dengan aneka jajanan yang dijual di depan sekolahnya. Salah satunya si cilok ini, atau disebut cilot kalau di Lumajang. Lihat resepnya di blog mbak Sashy disini, tapi aku buat setengah resep saja.


Cilok

Bahan:
1 cup tepung tapioka/kanji
1/2 cup tepung terigu
1/4 sdt garam
1/4 sdt gula
1/4 sdt merica bubuk
1/2 batang daun bawang, iris halus
150-200 ml air panas/air kaldu panas

Air secukupnya untuk merebus, beri sedikit garam dan minyak.

Cara Membuat:
  1. Campur tepung kanji, terigu, gula, garam dan daun bawang. Aduk rata.
  2. Tuangi air panas sedikit demi sedikit, sambil diaduk. Jangan sampai adonan terlalu lembek, biar tidak susah dibentuk. Jika tidak terlalu panas lagi, uleni adonan hingga kalis.
  3. Didihkan air, bentuk adonan bulat-bulat kecil lalu masukkan ke dalam air rebusan. Lakukan hingga adonan habis.
  4. Masak hingga mengapung, angkat, tiriskan.
  5. Sajikan dengan saus tomat atau kacang.
Berhubung anak-anak sukanya saus tomat, ya sudah dibuatin saus tomat encer seperti di abang-abang penjual cilok.

Saus Tomat

Bahan: (masak hingga agak kental dan meletup-letup)
3 sdm saus tomat botolan
3 sdm air
sejumput garam
sejumput merica

Porsi diatas cukup buat 3-4 orang. Lumayan cocok dengan resep ini, kenyalnya pas, enak, dan jelas disuka anak-anakku hehe.




Jumat, 22 Agustus 2014

Es Krim Ubi Ungu

Setelah coba membuat es krim cokelat dengan resep yang kuposting disini, sekarang membuat es krim dengan tambahan ubi ungu. Kali ini hasilnya lebih lembut, sejak pengocokan awal adonan mudah kental tidak seperti pengalaman es krim cokelat kemarin yang mesti dikocok 2 kali. Mungkin kalau dikocok 2 kali bisa lebih lembut lagi hehe tapi aku yang males kerja 2 kali :).

Es Krim Ubi Ungu

Bahan:
200 gr ubi ungu, kukus, potong-potong
350 ml susu cair plain
200 ml susu kental manis putih
1 sdt emulsifier (sp/ovalet/tbm)

Topping:
selai blueberry, chocochip, meses

Cara membuat:
  1. Lelehkan emulsifier dengan cara di tim (seperti melelehkan cokelat blok). Sisihkan hingga dingin. 
  2. Blender susu cair dan ubi ungu hingga halus.
  3. Kocok susu kental manis dan emulsifier hingga putih, kental dan mengembang.
  4. Masukkan campuran ubi ungu sedikit demi sedikit sambil dikocok kecepatan rendah, hingga habis.
  5. Kocok lagi dengan kecepatan tinggi hingga adonan kental.
  6. Tuang ke dalam cup atau wadah. Hias sesuai selera. 
  7. Bekukan.
Hasilnya sekitar 20 cup, kalau dikocok 2 kali mungkin hasilnya lebih banyak. Silahkan dicoba!


Minggu, 17 Agustus 2014

Brownies Panggang

Libur lebaran acaranya mudik, jadi libur baking juga. Begitu kembali ke rumah langsung tergoda brownies panggang prunes di blognya teh Ricke. Meski tidak pakai prunes, tetap enak dan nyokelat. Dijadikan 2 loyang ukuran 20x10x4 cm, yang satu polos, yang satunya ditaburi almond cincang yang melimpah.
Tanpa basa-basi, langsung habis 1 loyang dimakan rame-rame sama anak-anak dan teman-temannya hehe.
 

Mumpung belum dihabisin semua, disimpen dulu deh beberapa potong huhu.

Homemade Chocolate Ice Cream

Resep homemade es krim yang di share di grup masak-memasak di fb dan sempat lihat di blognya Dapoer Vina, udah lama masuk bookmark tapi baru sempat praktek sekarang. Yuk langsung aja meluncur...


Homemade Chocolate Ice Cream
source: Dapoer Vina
modified by me

Bahan 1:
2 sdm Maizena  (aku: tepung custard)
1 btr telur utuh
300 ml air matang

Bahan 2:
1 kaleng Susu Kental Manis (aku: 3/4 kaleng SKM cokelat)
1 sdm SP (emulsifier)
1 kaleng air matang bekas SKM
pasta/essens sesuai selera (aku: tidak pakai)

Cara membuat:
  1. Campur bahan 1 lalu aduk rata panaskan aduk terus sampai mengental dan meletup-letup angkat, dinginkan.
  2. Setelah dingin campur dengan bahan 2, kocok menggunakan mixer kecepatan tinggi setelah kental berjejak matikan mixer.
  3. Simpan dalam freezer selama 2-3 jam. Keluarkan dari freezer, mixer lagi kurang lebih 10 menit atau mengembang 2x lipatnya. Setelah itu barulah di beri pop ice/nutrisari/pasta/essens. Hasilnya dari 45 cup sampai 50 cup.
Aku tambahkan taburan choco chip, ada yang pakai selai blueberry. Untuk wadahnya tidak pakai cup, tapi wadah kotak makan hehe. Hasilnya lumayan banyak, sekitar 1,5 L.


Dimakan sama Almond Cheese Cracker makin enaakkkk :).

Sabtu, 16 Agustus 2014

Almond Cheese Cracker

Katanya cemilan bernama Almond Cheese Cracker atau Almond Cheese Crisp ini lagi heboh di Surabaya. Tapi, belum pernah coba meski beberapa kali ke Surabaya hehe. Jadi belum tahu rasanya seperti apa. 
Nah, kok di FB banyak yang berbaik hati berbagi resep cemilan yang lagi ngetrend ini. Ada resep yang pakai putih telur saja, seperti resep lidah kucing, ada juga yang pakai telur utuh. Sewaktu coba resep yang pakai putih telur, langsung gagal dengan sukses hihi. Kedua kali pakai resep yang sama juga sedikit hasilnya yang bisa dimakan (lainnya keras gak bisa digigit). Tak disangka mbak R alias mbak Rachmah, salah satu NCC'ers Surabaya merekomendasikan resepnya Pak Didi Setiahadi yang sederhana. Langsung cap cus eh praktek deh...


Almond Cheese Cracker
modified by me

Bahan:
3 btr kuning telur
2 btr putih telur
250 gr gula pasir (aku: 150 gr)
1 sdt vanili bubuk (aku: vanili susu)
2 sdm butter (aku: 30 gr, dilelehkan)
20 gr susu bubuk
150 gr tepung protein rendah (aku: terigu serbaguna)


Bahan Taburan:
keju cheddar, parut
keju edam, parut
almond slices

Cara Membuat: 
  1. Kocok telur, gula, vanili bubuk sampai kental (gak perlu sampai kental berjejak seperti buat cake) dengan speed sedang. Setelah itu masukkan bahan kering (tepung dan susu bubuk), mikser sebentar dengan kecepatan rendah.
  2. Terakhir masukkan mentega/butter cair, aduk rata dengan spatula.
  3. Cetak menggunakan ring diameter 7 cm diatas silpat, beri taburan keju parut dan kacang almond sesuai selera.
  4. Panggang di oven dengan suhu 150 derajat selama 20 menit.
  5. Angkat, biarkan beberapa saat baru dilepaskan dari loyang. Dinginkan, simpan dalam wadah tertutup.
Hasilnya renyah, wangi butter, enak loh. Baru keluar dari oven sudah gak sabar dicomot-comot hehe.


Karena belum punya silpat, hanya berbekal baking paper yang anti lengket jadinya kuenya bergelombang :). Syukurlah rasanya enak, jadi lupakan bentuknya yang belum rapi hihi.