Sabtu, 15 November 2014

Brownies Kukus Putih Telur

Resep aslinya dari sajian sedap, tapi banyak kendala sewaktu membuatnya. Akhirnya banyak modifikasi untuk resep browniesnya hehe.


Brownies Kukus Putih Telur

Bahan:
25 gr butter
75 gr Dark Compound Chocolate, cincang kasar
100 gr tepung terigu serbaguna
15 gr cokelat bubuk
1/4 sdt baking powder double acting (BPDA)
200 ml putih telur
100 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1 sdt cake emulsifier

Cara Membuat:
  1. Lelehkan butter dan potongan cokelat masak pekat. Aduk sampai larut. Aduk rata. Sisihkan.
  2. Kocok putih telur, garam, dan emulsifier sampai setengah mengembang. Masukkan gula pasir sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang.
  3. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
  4. Masukkan campuran cokelat sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
  5. Tuang setengah bagian adonan di loyang diameter 18 cm tinggi 7 cm yang  dialas kertas roti.
  6. Kukus di atas api sedang 25 menit.
  7. Angkat, dinginkan.

Kuenya empuk, mirip brownies yang menggunakan telur utuh. 

Kamis, 13 November 2014

Beef Floss Roll Bun (Water roux method)

Kemarin iseng-iseng merubah resep Floss Roll Bun punya teh Ricke, mengganti 2 kuning telurnya dengan adonan water roux/tangzhong. Alhamdulillah jadi juga rotinya, hasilnya lembut. Hanya saja ukuran loyangnya tidak sesuai hehe, jadinya rotinya lebih tebal.

 
Beef Floss Roll Bun

Bahan water roux: (masak sambil diaduk hingga putih, mengental tidak mendidih)
20 gr terigu protein tinggi/bread flour
100 ml air/water

Bahan roti:
200 gr terigu protein tinggi/bread flour
50 gr terigu serbaguna/all purpose flour
30 gr gula kastor/castor sugar
 1 tbs susu bubuk/milk powder
 6 gr ragi instant/instant yeast
water roux
50 gr margarine
50-100 ml air hangat/warm water

Topping:
1 btr kuning telur/egg yolk
irisan daun bawang
wijen
irisan cabe merah

Filling:
Mayonaise
Susu Kental Manis/condensed milk
Abon sapi/Beef floss

Cara Membuat:
  1. Campur bahan kering (terigu, gula, susu bubuk dan ragi). Masukkan adonan water roux, uleni sambil ditambah air sedikit demi sedikit.
  2. Tambahkan margarin, uleni hingga rata. Tambahkan air jika dirasa adonan kering. Uleni hingga kalis elastis. Bulatkan, istirahatkan sekitar 40-60 menit hingga mengembang. Tutupi plastik wrap/lap bersih.
  3. Siapkan loyang 30x30x3cm, olesi margarin tipis-tipis. Sisihkan. (aku: loyang 22x24x4cm dan loyang bulat dia. 20cm)
  4. Kempiskan adonan, pipihkan. Tata di loyang, ratakan. Tusuk-tusuk dengan garpu, agar tidak terlalu mengembang saat dipanggang.
  5. Olesi kuning telur, tata wijen, irisan daun bawang dan cabe merah. Panaskan oven 190'C.
  6. Panggang 15-18 menit hingga matang. Pindahkan ke rak atas jika ingin atasnya berwarna kecokelatan/gunakan api atas di akhir pemanggangan. Jangan overbake, karena roti susah digulung kalau terlalu kering. Angkat, keluarkan dari loyang, balik diatas kertas roti yang ukurannya lebih besar.
  7. Campur mayonaise dan susu kental manis, oleskan pada roti, lalu taburi abon. Gulung bersama kertas rotinya. Diamkan sebentar hingga agak dingin. Potong-potong.

Catatan: pilih abon yang benar-benar enak, agar hasilnya mantap.




Selasa, 11 November 2014

LBT#35 Bika Ambon

Bulan November ada PR LBT#35 dengan tema Bika Ambon. Bika Ambon merupakan kue tradisional yang khas dari Medan dengan penampilannya cantik berserat-serat. 
Untuk PR ini, aku buat bika ambon rasa pandan pakai resep bika ambonnya mbak Rachmah disini.



BIKA AMBON
by Rachmah Setyawati

Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir
3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa

Bahan lainnya :
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir

Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus
3 btg Serai
8 lbr daun jeruk (buang tulang daunnya)
2 lbr daun pandan

*pasta pandan secukupnya (tambahan)

Cara membuat :
  1. Taruh dalam baskom ragi instant, tepung terigu, lalu gula pasir dan garam halus. Tuangi air kelapa, uleni/aduk dengan tangan hingga merata, lalu tutup baskom dengan lap/plastik wrap, diamkan hingga 30-45 menit. Biarkan hingga adonan biang mengembang.
  2. Sambil menunggu adonan biang mengembang, masak santan kental beserta garam halus, serai, daun jeruk dan daun pandan, hingga panas saja (tidk sampai mendidih). Saring, tambahkan pasta pandan, aduk rata. Sisihkan, biarkan dingin suhu ruang.
  3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental. Kemudian ambil adonan biang, campurkan dengan tepung tapioka/kanji, aduk menggunakan tangan merata. Lalu tambahkan adonan telur kental tadi ke dalamnya sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan. Gerakkan telapak tangan naik turun saat mengaduknya (dikeplok-keplok), hingga tercampur merata semua adonan. Kemudian masukkan santan kental yang sudah disaring terlebih dahulu. Aduk rata kembali menggunakan tangan,dengan cara yg sama dikeplok-keplok hingga adonan tercampur rata dengan tekstur yg halus (sekitar hampir 20menit), kemudian diamkan adonan ini hingga 3 jam (tutup atas dengan lap/plastic wrap).
  4. Setelah 3 jam, olesi tipis2 seluruh permukaan loyang 20x20x7cm dengan minyak goreng. Alasi permukaan dasar loyang dengan kertas roti dan poles lagi minyak goreng. 
  5. Panaskan oven dengan panas sedang (sekitar 160 derajat celcius) - api bawah saja. Letakkan sejenak loyang tadi sekitar 15 menit di dalam oven, kemudian keluarkan dan tuang adonan ke dalam loyang.
  6. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven, panggang di rak paling bawah, buka sedikit pintu oven , hanya hingga adonan bika ambon dalam loyang sudah terlihat berlubang-lubang permukaan atasnya (pertanda sudah mulai terbentuk serat pd adonan bika ambon, baru kemudian tutup pintu oven, lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50 menit. Lakukan tes tusuk untuk lebih menyakinkan apakah kue sdh matang sempurna. Setelah matang, matikan api bawah oven.
  7. Lalu nyalakan api atas, panggang sejenak/hingga permukaan bika ambon terlihat lebih kecoklatan.
  8. Matikan api oven, keluarkan bika ambon, diamkan di suhu ruang hingga dingin, baru kemudian gunakan pisau kecil tajam, untuk membantu mengeluarkan bika ambon dari loyangnya.
Untuk setengah resep diatas pakai loyang 20x10x7 cm, loyang ditumpuk dengan loyang yang lebih besar, karena kuatir adonan bocor.
Berikut proses pembuatan bika ambon yang sempat terfoto...
  • Proses Awal-Fermentasi

  •  Proses Pemanggangan

Hasilnya agak gosong karena kelamaan manggang, ditinggal mengurus anak-anak sampai lupa gak lihat oven hehe.


Seratnya belum bisa cantik dan rata seperti yang dijual di toko, tapi sudah cukup senang ternyata jadi juga bika ambonku hehe. 


Senin, 10 November 2014

Coconut Loaf Bread

Memanfaatkan sisa kelapa parut untuk putu ayu, ditambahkan saja ke adonan roti tawar. Jadi deh Coconut Loaf Bread (Roti tawar kelapa). Untuk resep roti tawarnya udah pernah kuposting disini, hanya ditambahkan 50 gr kelapa parut dan sedikit kelapa parut ditaburkan diatas adonan sebelum dipanggang.


Untuk proofing adonan yang kedua, lebih dari 2 jam soalnya mendung terus dan agak dingin. Sempat kuatir gak sukses, pas 2 jam alhamdulillah sudah kelihatan bentuknya.

Wangi dan rasa kelapanya tipis saja, tapi enaknya banget hehe. Rotinya empuk, dimakan dengan olesan selai cokelat makin yummy.


Minggu, 09 November 2014

Brownies SSC (Strawberry-Sawo Cheese)

NCC punya event lagi nih, namanya Brownies Week. Seru dong?ya iyalah, brownies gitu loh. Brownies panggang adalah favoritku, mudah dibuat, mudah divariasikan dengan apa saja. Tapi, bukan berarti tidak pernah gagal dalam membuatnya. Pernah buat sampai 4 loyang jadinya keras, bukan lagi bantat, tapi seperti batu. Juga pernah tidak matang meskipun dipanggang sampai 1 jam, adonan tetap encer sementara bagian atas dan pinggirnya sudah gosong hihi. Yah, namanya favorit tetep aja seneng bikin dan makannya, meski berkali-kali gagal.
Nah, untuk ikutan event Brownies Week-nya NCC ini lumayan grogi loh. Soalnya tidak hanya share resep aja, tapi juga ada persyaratan dari sisi fotografinya. Yuk, mengumpulkan semangat baking dan fotografi biar tidak kalah semangat sama peserta lain dan 4 host manis-legit yang cihuiii.
Setoran perdana idenya dari marble cheese brownies, yang resepnya banyak di share rekan NCC. Resep aslinya bisa dilihat di blog teh Ricke disini. Tapi, aku buat dengan buah stroberi dan sawo. Kenapa stroberi dan sawo?karena buah itu bukan favorit anak-anak kalau dimakan gitu aja, sementara di kulkas pas ada stok. Penasaran juga sih, gimana rasanya kolaborasi si cokelat-stroberi-sawo-keju. Yuk, langsung dicoba bikin aja...


Brownies SSC

Bahan Brownies:
60 gr butter+margarin
125 gr DCC
60 gr tepung terigu
15 gr cokelat bubuk
1/4 baking powder
110 gr gula pasir
2 btr telur

Marble Cheese:
100 gr keju cheddar, parut halus
50 ml susu cair
40 gr gula pasir
1 btr telur
2 sdm terigu
4 buah stroberi,potong-potong
1 buah sawo, potong-potong

Cara Membuat:
  1. Siapkan loyang 22x10x4 cm, olesi margarin, alasi kertas roti, lebihkan hingga bagian sisi loyang. Olesi margarin lagi, sisihkan.
  2. Brownies: lelehkan DCC dan butter dengan cara ditim, aduk hingga licin. Biarkan hingga hangat. Kocok gula dan telur hingga gula larut, tidak sampai mengembang dan kental. Masukkan telur ke dalam adonan cokelat leleh, aduk dengan whisker perlahan hingga rata. Tambahkan terigu, baking powder dan cokelat bubuk, aduk perlahan hingga rata. Tuang ke dalam loyang, sisihkan.
  3. Marble: masak keju parut dan susu cair sambil diaduk hingga keju larut, matikan api. Biarkan agak hangat, lalu tambahkan gula pasir, aduk hingga rata. Masukkan telur, kocok rata. Tambahkan terigu, aduk hingga rata. Bagi 2 adonan, 1 adonan ditambahkan stroberi, yang lain ditambahkan sawo. Tuang adonan stroberi dan sawo diatas adonan brownies secara acak. Bentuk pola marble.
  4. Panaskan oven 180'C. Panggang brownies selama 40-50 menit hingga matang.
  5. Angkat, biarkan agak dingin. Baru keluarkan dari loyang. Dinginkan.
  6. Siap disajikan. (note: Brownies lebih legit setelah diinapkan semalam)


Potongannya jadi tidak rapi, karena belum benar-benar dingin udah dipotong hehe penasaran sama rasanya sih...

 

Rasanya unik, manis, asem, asin, legit berasa nano-nano hehe. Tapi tetep enak loh, jadinya gak nyadar udah nyomot beberapa potong #eh. Anak-anak juga langsung berebutan huhu padahal baru mau difoto, jadilah ngumpetin beberapa potong buat foto-foto haha.


Dan, akhirnya dapat badge "Brownies Week" yang ngejreng bin keren ini...